Soko Joglo 50cm² Komponen
Rencana Kebutuhan Kayu
Rumah Joglo
Soko Guru 50×50 cm · Luas Bangunan 13 × 15 Meter
Luas Bangunan: 13 × 15 m = 195 m²
Soko Guru: 50 × 50 cm (4 batang)
Tinggi Soko: ≈ 500 cm
Waste factor: +15%
Satuan volume: m³
Luas Bangunan
13 × 15 m
195 m² total
Soko Guru
50 × 50 cm
4 batang, tinggi 500 cm
Soko Penanggap
30 × 30 cm
12 batang, tinggi 400 cm
Soko Peningrat
20 × 20 cm
20 batang, tinggi 300 cm
Perakit Luar
13 × 13 cm
16 batang, tinggi 250 cm
Luas Atap ±
17 × 19 m
323 m² (overhang 2m/sisi)
Total Tiang
52
batang (4+12+20+16)
Vol. Tiang
–
m³ bersih
Vol. Balok
–
m³ bersih
Vol. Ukir & Katek
–
m³ bersih
Vol. Atap
–
m³ bersih
TOTAL + Waste 15%
–
m³ kayu jati order
①
Komponen Tiang & Kolom
Formula:
Vol/btg (m³) = Lebar(m) × Tinggi(m) × Panjang(m) |
Proporsi tinggi soko: Soko Guru 50cm → tinggi ≈ 10× penampang = 500 cm. Penanggap 30cm → 400cm. Peningrat 20cm → 300cm. Perakit 13cm → 250cm.
| No | Komponen | Penampang | Tinggi (cm) | Jumlah | Vol/btg (m³) | Total Vol (m³) | Keterangan |
|---|
②
Balok Horizontal – Blandar, Midangan, Sunduk
Blandar utama proporsional terhadap Soko Guru 50cm → 20×28 cm. Midangan 25×20 cm. Sunduk 20×20 cm.
Jumlah bentang dihitung dari grid tiang pada denah 13×15m.
| No | Komponen | Dimensi (cm) | Panjang (cm) | Jumlah btg | Vol/btg (m³) | Total Vol (m³) | Fungsi / Arah |
|---|
③
Dudur (Balok Pengaku Diagonal)
Dudur dipasang diagonal antar soko. Panjang dudur ≈
√(jarak_h² + jarak_v²) = √(375² + 325²) ≈ 497 cm ≈ 500 cm.
Total pasang: 8 sisi (sudut-sudut grid utama) × 2 arah = 16 pasang.
| No | Komponen | Dimensi (cm) | Panjang (cm) | Jumlah btg | Vol/btg (m³) | Total Vol (m³) | Keterangan |
|---|
④
Tumpang Sari Ukir (L3 D7) & Katek Jati
Tumpang Sari: 3 lapis (Lapis 1–3) menyusun kerucut di atas 4 Soko Guru. Dimensi balok tumpang sari proporsional terhadap soko guru.
Lapis 1 panjang ≈ bentang soko guru (750cm), Lapis 2 ≈ 600cm, Lapis 3 (brunjung) ≈ 450cm.
Katek Jati: pasak pendek penyangga blandar, ±16 titik.
| No | Komponen | Dimensi (cm) | Panjang (cm) | Jumlah btg | Vol/btg (m³) | Total Vol (m³) | Keterangan |
|---|
⑤
Rangka Atap – Usuk, Lisplank, Kaso/Murplat
Luas atap ±323 m² (17×19m termasuk overhang 2m/sisi).
Usuk 5×7cm: jarak 15cm c-c, dipasang radial dari puncak brunjung.
Jumlah usuk ≈ keliling atap (2×(17+19)) / 0.15 × 2 sisi ≈ 960 btg. Panjang rerata ≈ 350cm.
Lisplank ukir: keliling atap bawah ≈ 72m, batang @ 400cm = 18 btg per lapisan × 2 lapis = 36 btg.
| No | Komponen | Dimensi (cm) | Jumlah btg | Panjang rerata (cm) | Vol/btg (m³) | Total Vol (m³) | Keterangan |
|---|
⑥
Rekapitulasi Total Kebutuhan Kayu Jati
| Kelompok Pekerjaan | Vol Bersih (m³) | Waste 15% (m³) | Total Order (m³) | Prioritas Kualitas |
|---|
⑦
Bahan Non-Kayu Pendukung
| No | Komponen | Jumlah | Satuan | Dasar Perhitungan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Umpak Batu | 52 | buah | 1 umpak/tiang (4 Guru + 12 Penanggap + 20 Peningrat + 16 Perakit) |
| 2 | Genteng Mantili Super / Kodok | ± 4.850 | lembar | Luas atap ±323 m² × kemiringan 1.5 = 485 m² × 10 lbr/m² |
| 3 | Reng Bambu / Kayu (2×3cm) | ± 1.100 | batang | Jarak reng 22cm, total panjang atap ±243m / 4m per btg × 2 |
| 4 | Plafon (GRC 4mm / Triplek 9mm) | ± 110 | lembar | Area dalam ±195 m² / (1.2×1.5m per lembar) |
| 5 | Pasak Kayu Jati (tenon) | ± 800 | buah | ~15 pasak per sambungan × ±53 titik sambungan |
| 6 | Angkur Besi Umpak (∅16mm) | 52 | set | Per titik umpak batu |
| 7 | Batu Umpak Andesit / Bata Kampung | 52 | buah | Ukuran umpak Guru: 60×60×40cm; Perakit: 40×40×30cm |
Catatan & Asumsi Teknis
- Volume dihitung: Lebar × Tinggi × Panjang (dalam meter) → satuan m³ (kubik jati).
- Proporsi tinggi Soko Guru 50cm diambil 10× penampang = 500cm sesuai pakem proporsional Joglo Jawa.
- Blandar proporsional: lebar ≈ 40% penampang Soko Guru → 20cm, tinggi ≈ 55% → 28cm.
- Luas atap dihitung dengan overhang 2m per sisi (ukuran fisik atap 17×19m dari bangunan 13×15m).
- Faktor waste 15% mencakup: trim ujung, sortir cacat, penyesuaian lapangan, dan penyusutan pengeringan.
- Tumpang Sari Ukir wajib menggunakan kayu Jati Grade A / prima (bebas mata kayu & retak) karena dipahat.
- Harga referensi kayu jati gergajian kering: Rp 8–14 juta/m³ (tergantung grade & supplier).
- Semua sambungan menggunakan sistem pasak tenon-mortise; tidak disarankan menggunakan paku besi pada sambungan struktural.
- Gambar kerja detail & daftar material final harus diverifikasi oleh juru gambar / arsitek Joglo sebelum order.







Komentar
Posting Komentar